Tahun ini rencana organisasi ane HMPS, mau ngadain yang namanya seminar nasional dan sial plus sedihnya ane pake jadi ketuplaknya -___-
ribet banget,dosen-dosen pake ribet banget buat di konsulin ini, ampunnn. rasanya pengen cepet kelaksana loh, ini aja persiapan baru 0,99 %. arghhh, help me. gw ketuplak tapi kok ya nasib nya kayak sie keamanannya ya -_-
pleaseeee help me, bingung mau ngelanjutin gimana lg. baru jadi sampe proposal, deelel nya aja belum. ga suka banget deh gw sama semua nya sekarang.
liat ni, gw ketuplak tapi harus nyusun proposal juga, ketuplak macam apa itu. gw punya seksi tapi kok yaa... huuuuu. woy seksi gw mana woy mana tunjukin tangan weh????!!!!
solusi LB dari dosen (menurut gw masih gaje juga karna search juga dari mbah google) -_-
Setelah Hypnobirthing dan water birth, para ibu hamil kini
juga sedang keranjingan info soal Lotus Birth. Untuk zaman sekarang proses
melahirkan seperti Lotus Birth memang jadi tidak biasa, tapi dengan prinsip
semua dikembalikan ke alam, Lotus Birth bikin ibu-ibu hamil penasaran. Gerakan back to nature juga terjadi dalam proses persalinan. Saat ini sedang populer Lotus Birth, yakni proses persalinan alami tanpa memotong tali pusat bayi. Tali
pusat akan dibiarkan terlepas secara alamiah. Tali pusat merupakan penghubung
antara bayi dengan plasenta ibu. Tali pusat berfungsi untuk menyalurkan nutrisi
penting serta oksigen dari ibu ke janin. Setelah persalinan, rata-rata,
plasenta dan tali pusat akan lepas dengan sendirinya dari tubuh ibu dalam waktu
10 hari. Para
penganjur lotus birth mengatakan pemotongan tali pusat dalam proses persalinan
akan menghentikan penyaluran darah dan oksigen dari plasenta yang sesungguhnya
masih berlangsung meski bayi sudah dilahirkan.
Pemotongan tali pusat sebelum waktunya lepas, disebutkan dapat
berbahaya bagi bayi yang baru lahir karena membuat mereka dua kali lebih rentan
terkena infeksi. Pemotongan
tali pusat lebih awal akan mengganggu penyaluran darah dari ibu ke bayinya. Beberapa
studi klinis telah menunjukkan bahwa penundaan pemotongan tali pusat tidak
hanya memberikan lebih banyak darah yang dapat disalurkan, tetapi juga membantu
mencegah anemia.
Di Indonesia,
sudah cukup banyak rumah sakit atau klinik bersalin yang menerapkan metode
lotus birth. Setelah persalinan, tali pusat akan dibiarkan tersambung dengan
plasenta yang ditempatkan dalam wadah khusus di samping bayi. Saat bayi
mandi, plasenta juga harus dibersihkan kemudian dikeringkan. Yang agak
merepotkan, saat menggendong bayi, plasenta juga harus ikut digendong, namun ditempatkan
di tas khusus. Meski demikian, para ibu yang melakukan metode ini meyakini
manfaat yang akan didapatkan bayinya di masa depan lebih besar dibanding
kerepotan tersebut.
Lotus birth adalah proses melahirkan bayi dengan tetap
membiarkan tali pusat terhubung dengan plasenta selama beberapa hari. Jadi tali
pusat dan plasenta yang menempel di pusar bayi tidak langsung dipotong usai ibu
bersalin namun dibiarkan mengering sendiri dan lalu terputus sendiri. Melahirkan dengan metode lotus
birth mulai di lirik ibu-ibu hamil karena dianggap lebih alami dan membuat bayi
memiliki kekebalan tubuh lebih tinggi. Namun secara ilmu kedokteran, metode ini
masih dianggap kontroversi dan dapat berisiko untuk bayi. Secara persalinan normal, ketika bayi baru lahir maka tali
pusar langsung diklem (dijepit) dan dipotong, sehingga terpisah dari plasenta
atau ari-ari.
Sedangkan bila melahirkan dengan metode lotus birth, tali
pusar tidak akan diklem sehingga masih ada hubungan antara plasenta dan bayi.
Plasenta dibiarkan terhubung dengan bayi hingga akhirnya kering dan puput
(terlepas) dengan sendirinya dalam 3-4 hari. Biasanya untuk menghilangkan
bau, plasenta yang sudah ditempatkan di dalam baskom atau mangkok besar
dibiarkan kering dan diberi garam, bunga atau rempah-rempah yang mengeluarkan
wewangian.
lanjutan nya ni.....
Deskripsi
Ringkas
Konsep Gentle
Birth di Indonesia lahir dari tangan seorang bidan yaitu Robin Lim.
Ia mendedikasikan hidupnya sepanjang 20 tahun lebih untuk membantu
wanita-wanita miskin di Ubud melakukan persalinan. Dalam theglobejournal.co ditulis
bahwa sejak 2005 sudah ada 113.000 orang yang mendapatkan pelayanan kesehatan
dari pengobatan gratis dari klinik Bumi Sehat. Yayasan Bumi Sehat Ubud Bali
menawarkan perawatan pra kelahiran dan bantuan melahirkan secara gratis dan
sehat. Tujuannya ialah mengurangi angka kematian anak dan ibu pada proses
kelahiran, yang masih termasuk tinggi di kawasan Asia.
Kondisi
yang tejadi saat ini, proses persalinan dengan metode Sectio Caesaria (SC)
sudah menjadi tren atau pilihan utama bagi wanita yang akan melahirkan.
Persalinan SC bukan lagi merupakan solusi terakhir dari sebuah kelahiran
manusia atau jalan keluar bagi kehamilan resiko tinggi (high risk),
tetapi berkembang menjadi komoditi bisnis sektor kesehatan, dan juga dari
permintaan ibu hamil itu sendiri. Ibu hamil kurang mendapat edukasi nyata
tentang apa yang terjadi pada tubuhnya saat ia hamil, bagaimana mengelola
rasa sakit, bagaimana sebenarnya “esensi” sebuah peristiwa besar kelahiran
manusia dan bayangan traumatik lain yang menyebabkan semakin meningkatnya
angka persalinan sectio caesaria. Komunikasi dokter-ibu hamil atau bidan-ibu
hamil bersifat searah. Justifikasi yang dikatakan oleh dokter/bidan merupakan
harga mati sebuah proses pelayanan pemeriksaan kandungan. Terlebih jika sudah
disusupi kepentingan bisnis, pun jika tidak, ibu hamil hanya memperoleh
informasi dari satu sumber saja. Jarang sekali edukasi diberikan terkait kehamilan
dan persalinan
|
Proses persalinan secara alami tentunya
menjadi dambaan setiap ibu jika melihat fakta yang mendukung bahwa banyak
manfaat yang didapat dari metode persalinan normal. Seperti misalnya, dalam
proses persalinan secara alami dan nyaman akan mengurangi rasa nyeri yang
sering dijumpai sebelum dan setelah persalinan. Walaupun dalam hal ini, kondisi
baik psikologis ibu sangat menentukan dalam kenyamanan selama persalinan.
Metode persalinan seperti itu dikenal dengan sebutan ”gentle birth”,
yaitu suatu persalinan yang tenang, lembut, santun, dan memanfaatkan semua
unsur alami dalam tubuh seorang manusia (body, mind, and soul).
Sekarang ini semakin banyak metode
persalinan yang berkonsep gentle birth, memberikan asuhan
secara holistik bagi ibu selama proses persalinan dan kelahiran. Diantaranya
seperti water birth, relaksasi hypnobirthing, meditasi
selama kehamilan dan persalinan, lotus birth, dan orgasmic
birth. Sebenarnya di Indonesia telah ada klinik yang sudah menjalankan
konsep gentle birth secara holistik yaitu yang dipelopori oleh
Yayasan Bumi Sehat di Desa Nyuh Kuning, Ubud, Bali sejak tahun 1995. Semua
metode persalinan tentunya memiliki banyak manfaat bagi ibu, terutama dalam
menumbuhkan rasa nyaman secara mental dan fisik. Secara otomatis keadaan itu
berdampak baik pula bagi kondisi janin di dalam kandungan yang memiliki
keterikatan batin dengan ibunya. Konsep gentle birth pada
persalinan memberikan manfaat yang berarti bagi ibu, mulai dari kala satu
sampai dengan kala empat persalinan, diantaranya dukungan penuh dari
suami, keluarga, maupun pendamping persalinan, pemilihan posisi yang nyaman
bagi ibu selama bersalin, penundaaan pemotongan tali pusat dan dilakukan
inisiasi menyusui dini pada bayi baru lahir
Selain dapat memberikan suatu proses
kelahiran yang lebih ringan, cepat, dan aman, metode gentle birth juga
dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak yang menjadi sorotan dalam
pencapaian Millennium Development Golds 2015. Peran
bidan/dokter sebagai fasilitator juga sangat penting untuk mengaplikasikan
asuhanyang terbaik dalam memantau persalinan. Untuk itu komunikasi yang erat
dengan ibu agar kebutuhan ibu perlu dijalin dengan baik agar kebutuhan ibu
dapat terpenuhi. Dengan begitu diharapkan segala bentuk trauma yang sering
dialami oleh ibu bersalin dapat dicegah sedini mungkin.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Dr.
William Emerson PhD, psikiater dari Amerika, yang berjudul “Birth Trauma: The
Psychological Effects of Obstetrical Intervention”, ditemukan bahwa 95%
persalinan yang terjadi di Amerika bersifat traumatis. Dari angka
tersebut, 50% nya adalah trauma sedang, dan 45% nya merupakan trauma
berat. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Prenatal and Perinatal
Psychology and Hg dipublikasikan ealth (PPPH), tahun 1998, tersebut dianggap
mewakili kasus trauma persalinan yang terjadi di dunia, karena metode
persalinan modern saat ini sebagian besar berkiblat ke sana.
Selama penerapan metode gentle
birth ini dapat disimpulkan sebagai serangkaian bentuk penanganan
secara alami yang berfokus pada kesejahteraan bayi dan ibu dengan mengurangi
segala bentuk intervensi medis. Sang calon ibu dalam hal ini diajak untuk
mempersiapkan persalinan mulai dari segi fisik, psikis, dan spiritual. Maka
sudah tidak diragukan lagi gentle birth dapat dijadikan alternatif pilihan bagi
siapapun yang menginginkan persalinan secara natural dengan rasa aman, nyaman,
dan terbebas dari trauma. Don’t forget, baby have their own way to birth.
gajek banget kan saudara, saran mana saran???
0 komentar:
Posting Komentar